Bendungan Rolak 9 Mojokerto, Warisan Kolonial Sejak 1857 yang Masih Berfungsi Hingga Kini


Mojokerto, Jawa Timur – Bendungan Rolak 9 yang berada di aliran Sungai Brantas, Kabupaten Mojokerto, tetap berdiri kuat dan terus menjalankan fungsi sebagai penyokong sistem irigasi di wilayah Jawa Timur. Struktur ini adalah warisan dari era kolonial Belanda yang dibangun sekitar tahun 1857 dan memiliki peranan signifikan bagi masyarakat setempat.

Bendungan Rolak 9 didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai langkah untuk mengelola dan mendistribusikan aliran air Sungai Brantas ke berbagai saluran irigasi. Saluran-saluran tersebut difungsikan untuk menyirami lahan pertanian di Mojokerto beserta area di sekitarnya, sehingga berkontribusi pada peningkatan hasil pertanian bagi masyarakat.

Kehadiran bendungan ini menandakan bahwa pengelolaan sumber daya air telah dipikirkan sejak zaman dahulu. Sampai sekarang, sistem irigasi yang ada masih digunakan sebagai dukungan utama bagi sektor pertanian masyarakat.

Meskipun sudah berumur puluhan tahun, Bendungan Rolak 9 masih beroperasi dengan baik. Pemeliharaan secara berkala dilakukan agar struktur tetap stabil dan bendungan dapat mengontrol aliran air, baik di musim hujan maupun musim kemarau.

Bagi warga di sekitarnya, Bendungan Rolak 9 tidak hanya sekedar struktur bersejarah, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Arus air dari bendungan ini memiliki peran krusial dalam mendukung lahan pertanian dan membantu kegiatan ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari sejarah, Bendungan Rolak 9 diharapkan dapat selalu dirawat dan dimanfaatkan, tidak hanya sebagai sarana irigasi tetapi juga sebagai pengingat perjalanan pengelolaan sumber daya air di Mojokerto yang memiliki nilai bersejarah.



Komentar