Pasar Krian, Warisan Ekonomi Rakyat yang Semakin Sepi

 14 November 2025


Sidoarjo — Sejak didirikan pada tahun 1930, Pasar Krian telah menjadi elemen penting dalam kehidupan masyarakat di bagian barat Kabupaten Sidoarjo. Pasar ini dulunya dikenal sebagai lokasi utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus tempat berkumpul dan bersosialisasi. Tiap pagi, suasana pasar selalu dipenuhi dengan suara tawar-menawar antara para pedagang dan pelanggan.

    Namun sekarang, keadaan ini mulai berubah. Lapak-lapak yang dahulu ramai kini banyak yang ditinggalkan, dan jumlah pengunjung pun semakin berkurang. Perubahan cara belanja masyarakat menjadi salah satu faktor penyebabnya. Munculnya berbagai platform belanja online membuat banyak orang lebih memilih untuk berbelanja tanpa harus mengunjungi pasar.


    Perkembangan teknologi yang cepat membawa perubahan besar bagi para pedagang tradisional. Banyak yang harus beradaptasi, sementara sebagian lainnya memilih untuk tetap bertahan dengan cara lama. Bagi pedagang yang sudah menggeluti usaha ini selama puluhan tahun, menurunnya aktifitas pasar bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga rasa kehilangan terhadap kehangatan komunitas yang dulu ada. Pengelola pasar sebenarnya telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki keadaan, seperti meningkatkan kebersihan dan memperluas tempat parkir. Namun, langkah-langkah tersebut masih belum cukup untuk mengembalikan suasana ramai pasar seperti pada masa-masa kejayaannya.

    Saat ini, Pasar Krian tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi saksi pergeseran gaya hidup masyarakat dari waktu ke waktu. Pasar ini menyimpan sejarah panjang tentang perjuangan para pedagang kecil yang dulunya menjadi penggerak ekonomi rakyat. Meskipun semakin sepi, pasar ini tetap menjadi warisan berharga yang menyimpan cerita tentang semangat, kerja keras, dan kehidupan sederhana masyarakat di masa lalu.















Komentar