Tradisional Tapi Seru Layangan Kembali Diminati
Gambar 1 Lokasi Bermain Layang-Layang
Krian, Sidoarjo – Di saat permainan digital dan perangkat modern berkembang pesat, ternyata layangan masih menjadi pilihan di kalangan anak-anak dan remaja. Permainan tradisional yang pernah terlupakan kini kembali muncul, Di Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian, pada tanggal 4 Juni 2025, area terbuka yang luas mulai dipenuhi oleh anak-anak yang penuh semangat berlari sambil menarik tali, berusaha menerbangkan layangan mereka setinggi mungkin.
Rafli, seorang pemuda yang sering menerbangkan layangan, termasuk salah satu dari sekian banyak anak yang kembali merasakan kesenangan dalam permainan ini. Baginya, berlayang terasa lebih menyenangkan karena bisa membuat tubuh aktif dan lebih bersemangat. Ia juga percaya bahwa bermain layangan jauh lebih mengasyikkan ketimbang hanya duduk diam di depan layar ponsel.
Gambar 2 Adu Layangan
"Karena menyenangkan, Kak. Ini bisa mengurangi penggunaan ponsel. Saat bermain layang-layang, kita bisa berlari dan bersosialisasi. Sedangkan bermain game hanya membuat kita duduk diam, sangat melelahkan. Saat layangan kita menang, rasanya bangga dan bahagia," Ujarnya.
Selain sebagai sarana hiburan, bermain layangan juga menjadi kesempatan untuk berkumpul dan bersosialisasi. Anak-anak yang pada awalnya tidak saling mengenal dapat menjadi akrab melalui saling membantu atau bertanding layangan. Sering kali, orang tua juga ikut mendampingi atau bahkan bermain bersama, menciptakan suasana yang hangat dan dekat.
Gambar 3 Suasana Makin Ramai
Walaupun terlihat sederhana, layangan memiliki banyak keuntungan. Selain melatih keterampilan dan kesabaran, aktivitas ini juga merupakan cara yang sehat untuk menjauh dari rutinitas dunia digital. Di era yang begitu cepat ini, mungkin bermain layangan adalah cara paling mudah untuk merasakan kebebasan.

Komentar
Posting Komentar