Sepinya Pasar Tradisional di Tengah Gempuran Belanja Online
Gambar 1 Pintu Masuk
Krian, Sidoarjo – Pasar Krian, yang dahulu merupakan tempat penting untuk kegiatan ekonomi dan sosial di Sidoarjo, sekarang menghadapi masalah serius. Dengan munculnya platform belanja online, jumlah pengunjung pasar kian menurun, memaksa banyak pedagang tradisional untuk beradaptasi atau menemukan cara baru agar tetap bisa bertahan. Perubahan ini semakin jelas terlihat pada 4 Juni 2025, ketika suasana pasar terlihat lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut sejumlah pedagang, pergeseran ini menjadi lebih terasa menjelang perayaan hari besar, saat biasanya pasar dipenuhi oleh pembeli yang mencari kebutuhan dasar dan pakaian baru. Akan tetapi, saat ini transaksi jual beli tidak semeriah sebelumnya. Pak Edi, seorang pedagang di Pasar Krian, menyampaikan kondisi tersebut dengan nada cemas. “Saat ini Pasar Krian tidak seramai yang lalu. Banyak orang lebih memilih untuk berdagang secara daring atau pindah ke tempat yang lebih ramai. Kami yang masih bertahan harus mencari cara agar dapat menarik minat pembeli,” Ujarnya.
Gambar 2 Suasana Pasar
Meskipun demikian, sejumlah pedagang masih menunjukkan harapan dan menerapkan beragam taktik untuk menarik konsumen. Beberapa dari mereka mulai menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan produk mereka, sementara yang lainnya menyajikan layanan pengantaran agar tetap bersaing dengan toko daring.
Pasar Krian tetap memiliki potensi yang besar, khususnya dengan variasi produk yang tersedia dan hubungan langsung antara penjual dan pembeli. Akan tetapi, tanpa adanya inovasi dan dukungan yang memadai, pasar tradisional seperti ini dapat semakin terpuruk di era digital.
Komentar
Posting Komentar