Misteri Mbah Joyo: Jejak Leluhur dan Warisan Budaya Desa Watutulis

 Misteri Mbah Joyo: Jejak Leluhur dan Warisan Budaya Desa Watutulis




Prambon, Sidoarjo – Kegiatan eksplorasi sejarah yang berlangsung di Desa Watutulis, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (26/3/2025) menyuguhkan nuansa spiritual dan budaya yang menyatu. Warga setempat menggali kembali nilai-nilai sejarah dan spiritualitas yang tersimpan di Makam Mbah Joyo, tokoh yang diyakini sebagai pendiri desa ini. Kompleks makam yang terletak di area yang tenang dan teduh bukan hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga simbol perjuangan dan kearifan. Masyarakat meyakini bahwa dari tempat inilah Desa Watutulis bermula.


“Desa Watutulis menyimpan banyak jejak sejarah, termasuk Candi peninggalan Kerajaan Kahuripan dan makam Syekh Subasir,” ungkap Mohammad Sahal Iqbal, salah satu warga desa. Warga secara rutin melakukan ziarah ke makam Mbah Joyo, khususnya pada bulan-bulan tertentu dalam kalender Jawa. Mereka menaburkan bunga, berdoa, dan mengenang jasa tokoh ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Lebih dari sekadar ritual, ziarah ke makam juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan menjaga ketenangan batin. Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan warisan budaya masyarakat Desa Watutulis.



Keberadaan makam Mbah Joyo menunjukkan bahwa sebuah desa yang cukup besar tidak lepas dari peran tokoh sederhana yang meninggalkan pengaruh mendalam dalam sejarah masyarakatnya. Sosok seperti Mbah Joyo menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu daerah sering kali berakar pada perjuangan, nilai-nilai luhur, dan pengabdian tulus yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, pelestarian situs seperti Makam Mbah Joyo sangat penting, tidak hanya sebagai penghormatan kepada para leluhur, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya dan spiritual lokal yang harus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.


Komentar